Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

MANISAN JAHE

Create By : Unknown Categories , 2 komentar
Dimusim dingin begini jahe memang menjadi bumbu wajib di keranjang bumbu dapurku, Yanda Abe adalah langganan wedang jahe setiap kali badannya berasa masuk angin. Karna seringnya minta dibuatin wedang jahe, jahe2 merah yang berasal dari kebun mertua (mertua ku paling berjasa soal tanam menanam ..love u full) saya jadikan jahe merah bubuk. Jahe yang imut2 berwarna merah itu di cuci bersih, saya sampai menyikat jahe2 itu lalu di iris setipis mungkin lalu di jemur sampai kering. Setelah kering baru di haluskan sampai menjadi bubuk. Nah, setiap kali minta wedang jahe tinggal di seduh dengan air panas dan ti tambah madu.


Tapi kali ini Jahe segar ini tidak akan di jadikan bubuk lagi, saya berniat untuk membuat manisan jahe. Jahe yang disebut dalam bahasa Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskertasingaberi ini punya segudang manfaat salah satunya yang sering dimanfaatkan orang adalah menghilangkan masuk angin karna Jahe mengandung minyak atsiri, gingerol, zingeron, resin, zat pati, dan gula. Rimpang ini dipakai sebagai obat batuk, antimual, dan dijadikan minuman pengusir masuk angin dan kembung. Kandungan gingerol-zat antiradang- dalam jahe merah lebih tinggi dibanding dua macam jahe lainnya. Kandungan minyak atsirinya mampu menghangatkan tubuh sehingga melegakkan saluran pernapasan, meredakan batuk dan asma serta mencegah kembung akibat masuk angin. Namun, bagi penderita maag, sebaiknya jangan menkonsumsi terlalu banyak  ya...


Postingan saya kali ini akan membahas mengenai cara membuat manisan jahe. Cukup mudah dan hasil akhirnya memuaskan karna manisan jahe ini bisa jadi camilan enak nan sehat untuk sekeluarga dikala musim penghujan tiba. 
Langsung ke resep nya aja ya...

MANISAN JAHE 

bahan:
200 gr jahe putih, di iris tipis
250 ml air
300 gr gula

cara membuatnya:
- kupas jahe dan bersihkan lalu iris tipis
- rebus irisan jahe dengan air selama 10 menit, angkat dan tiriskan
- rebus kembali jahe dengan air yg bersih selama 15 menit, angkat dan tiriskan
- selanjutnya masukkan gula dan air 150 ml kedalam panci dan didihkan, lalu masukkan jahe. biarkan sampai air berkurang dan mengental.
angkat diamkan sampai asap panasnya hilang, saring atau tiriskan jahe. kemudian masukkan kedalam taburan gula pasir kasar yang kering. bolak balik dan biarkan sampe jahe dan gula menyatu dan kering
- manisan jahe bisa di simpan di wadah tertutup rapat agar terhindar dari semut manis (semanis akiyuuu.. :) ) hehehehe

Mudah kan bunda....kalau masih bisa di atasi dengan yang ramuan yang disediakan alam kenapa mesti repot cari yang buatan pabrik... jadi kalo masuk angin atau tenggorokan sakit, buruan ke dapur cari jahe, untuk pertolongan pertama dan utama semua ada di tangan anda. jadi kayak iklan layanan masyarakat ya hehehehe 


Baca Selengkapnya

Rabu, 16 Oktober 2013

GILINGAN BATU

Create By : Unknown Categories 0 komentar
Semua pada tau kan kalo gilingan batu itu fungsi banget di dapur, bisa untuk menghaluskan bumbu masak itu fungsi dasarnya. Penting banget pas lagi mati listrik ibu-ibu bakal repot deh kalo benda yang satu ntu ga ada di dapur. Ada juga fungsi lainnya dari di gilingan batu ini. contohnya ni ya.. buat alat pengasah pisau/parang. Walah? kok bisa ya...? Ya iya lah bisa. batu asah kan juga dari batu cuma lebih halus. Kayak kata pepatah lama bilang ' tak ada akar rotan pun jadi, ga ada batu asah gilingan cabe pun jadi', fungsi lainnya... kalo di rumah aku ni ya.. (kalo ada persamaan fungsi senyum-senyum deh pasti) anak gilingan batu ini bisa untuk alat pemecah es batu. What??? Ga usah kaget gitu deh.. Iya emang itu bisa jadi pemecah es batu yg di bungkus plastik alias beli di warung es nya. praktis ga perlu cari-cari martil. secara anak gilingan + induk nya ini kan keras banget terbuat dari batu jadi fungsinya bisa banyak banget. 


Nah, sekarang sih susah cari gilingan batu yang asli di pahat dari batu. Yang ada banyak beredar dipasaran adalah gilingan batu yang di buat dari campuran pasir dan semen. Pastinya ketahanannya ga seperti yang terbuat dari pahatan batu. Maklum lah pengerajin batu gilingan semakin sedikit dan harganya juga bisa lebih mahal dari gilingan yang terbuat dari semen ini. Tapiiii.... mbak-mbak, Ibu-ibu dan Eneng-eneng jangan khawatir kalo mau beli gilingan batu KW 2 ini. Aku kasi sedikit tips nya ya..

Pertama pilih gilingan batu yang halus tidak berpori dan tidak retak
Kedua sesuaikan kebutuhan, mau yang cekung atau yang sedikit datar permukaan gilingan
Ketiga pilih gilingan yang jika di letakkan di dasar yang rata gilingin juga akan rata, tidak goyang atau pincang
Keempat jangan lupa menawar harganya. (emak-emak banget ini mah) 
Kelima  langsung bayar deh 

Untuk tips agar gilingan batu yang baru dibeli tahan, kuat dan kokok seperti gilingan batu KW 1 ini ada tips nya lagi lho..

  1. Ambil minyak jelantah (minyak sisa penggorengan) letakkan kedalam gilingan sampai penuh
  2. Panaskan diatas bara api atau kompor dengan api kecil mendekati sedang
  3. biarkan jelantah diserap batu dan mendidih
  4. setelah mendidih matikan api dan biarkan jelantah tetap di dalam gilingan
  5. Ulangi lagi sampai minyak benar-benar meresap. Biasanya sampai dua hari sudah cukup. cuci bersih gilingan dan keringkan.  sekarang gilingan batu ibu-ibu sudah mengkilap seperti gilingan yang terbuat dari batu KW 1
atau.....
  •  ambil jantung pisang, belah 2 dan letakkan telungkup diatas gilingan batu
  • biarkan 2 hari sampai jantung pisang layu
  • cuci bersih gilingan, keringkan dan siap pakai
Dijamin deh gilingan baru ibu-ibu bisa tahan lama, kuat dan ga mudah pecah. Bisa bertambah tuh fungsi gilingan.. hehehehe

Selamat mencoba 
Baca Selengkapnya
 

Copyright a To z © All rights reserved. . Web Development by zu-on